Tampilkan postingan dengan label b2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label b2. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

Budaya Kita Hilang

RAJA AMPAT, KOMPAS.com - Sekitar 10 makam kuno di Raja Ampat, Papua Barat, dijarah setelah dibukanya akses perairan untuk pariwisata. Makam kuno itu terletak di ceruk-ceruk goa bukit karst di laut Raja Ampat.

Penjarahan itu terjadi di Misole, Teluk Maya Libit, dan Teluk Kabui. Diperkirakan benda hilang meliputi ratusan tengkorak dan bekal kubur berupa piring-piring keramik China dan patung- patung kayu adat Raja Ampat.

Tokoh Pemuda Masyarakat Raja Ampat, Abraham Goran Gaman (43), mengatakan, di makam kuno Aikor, Teluk Maya Libit, saat ini tak ada lagi tengkorak tersisa. Warga juga menemukan bekas-bekas galian untuk mengambil bekal kubur, tetapi tak mengetahui pelakunya.

”Warga umumnya menyalahkan turis karena kehilangan di makam kuno mulai terjadi sejak akses pariwisata ke Raja Ampat terbuka untuk turis, tahun 2008,” katanya, Jumat (22/3/2013), di Raja Ampat.

Makam-makam kuno Raja Ampat itu diperkirakan telah berusia lebih dari 300 tahun. Pada zaman dulu, adat pemakaman Raja Ampat adalah meletakkan jenazah di goa bukit kapur tanpa dikubur bersama bekal kubur. Meski tak lagi dilakukan, masyarakat masih menganggap makam kuno sebagai tempat yang sakral.

Menurut Abraham, pencurian sulit dipantau karena makam kuno terletak di pulau yang berbeda dari pemukiman warga. Masyarakat pun sangat takut mendekati makam kuno karena dianggap sakral.

Salah seorang dari tiga Kepala Adat Desa Wawiyai, di Teluk Kabui, Gerson Mangindal, mengatakan, penjarahan itu telah dilaporkan ke dinas pariwisata.

Makam kuno selama ini menjadi daya tarik wisatawan selain keindahan laut Raja Ampat.


Ulasan :
Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung.Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.

Sayang sekali, negara ini penuh dengan manusia-manusia bertangan panjang. Apa saja dicuri untuk mendapat keuntungan sendiri. Jangankan makam yang sakral, bagian-bagian kecil dari rel kereta api saja di ambil pula. Mau jadi apa negara kita ini? Ada-ada saja.....

Sumber :
http://sains.kompas.com/read/2013/03/24/18253793/Makam.Kuno.Raja.Ampat.Dijarah

Sabtu, 06 April 2013

Budaya Orang Indonesia

Jadi kali ini saya akan menulis tentang kebiasaan atau budaya yang sudah mengakar pada manusia. Saya mengkhususkan kepada budaya orang Indonesia.

1. Ngaret
Sifat ini tuh susah banget dihilangkan dari warga Indonesia. Janjinya jam 8 baru mulai jam 10, gimana gak keterlaluan? Sebenernya masih ada orang yang bener-bener menghargai waktu. Tapi kalau orang yang tepat waktu disuruh menunggu, kan bosan juga akhirnya. Akhirnya dia ketularan ngaretnya.
Contohnya (ehem) saya sendiri, dlu sewaktu awal-awal kuliah saya selalu berusaha datang sebelum jam setengah 8 atau paling tidak pas setengah delapan. Namun, seiring perkembangan waktu saya merasa percuma saja datang tepat waktu sesuai jadwal toh akhirnya masih lama mulainya. Akhirnya saya dikit demi sedikit mulai molor waktu ngaret. Sampai akhirnya semester 2 ini saya malah sering telat.
Oleh karena itu pikiran untuk ngaret seharusnya dihilangkan agar orang yang ngaret ketularan on time.

2. Buang sampah sembarangan
Pernah lihat kali ciliwung kan? Pernah liat ketika kali ciliwung banjir terus dikeruk? Banyak sekali sampah dan kotoran yang ada di kali tersebut sehingga membuat air berwarna kecoklatan dan bau. Matahari juga sudah tidak bisa menjangkau dasar kali ciliwung saking keruhnya. You know it bugs me a lot if people throw their junk to the streets, even it's a small piece. Misalnya lagi di angkot, terus ada orang makan permen dan buangnya di kolong kursi. Please deh simpen dulu kan bisa. Misalkan saja, 1 bungkus permen = 1 gram, 1 gr x 365 hari = 365 gr per tahun, 365 gr x 200 jt penduduk = 73.000.000.000 gr = 73 juta kg. WOW! Bayangkan saja 73 juta kg sampah permen mau taro dimana? Hmmm gimana gak banjir.
Saya juga ga betah bawa-bawa sampah kemana-mana, tapi keinginan buat Indonesia lebih bersih dan tertib buang sampah yang membuat saya harus menahan diri buang sampah sembarangan.
Pernah saya lihat di beberapa angkot jurusan depok-kp.rambutan yang menyediakan tempat sampah kecil. Sekilas mengganggu tapi sekaligus menyadarkan kita agar bisa lebih bersih. So, let's make up your mind to be a cleaner person.

3. Merokok di angkutan umum
Well, saya gak melarang orang untuk merokok, asalkan TIDAK di ANGKUTAN UMUM!!!! Merokok boleh, tapi jangan bawa-bawa orang lain untuk jafi perokok pasif. Bayangin ajah kalo ada balita di angkot dan harus ikut-ikutan menghirup asap rokok, udah gitu tempatnya terbatas jadi makin sesak kan?! Ada beberapa yang mematikan rokoknya ketika di angkot and I appreciate that. Tapi kadang heran ngeliat orang yang tetep egois hmmm..

Saya tidak merasa sempurna, saya hanya menyampaikan apa yang menjadi kebiasaan buruk. Saya juga tidak mengatakan kalau saya terbebas dari 3 hal di atas.

Sekian.